[Resensi Film] Shelter (2007)

Shelter_Gallery-04

Movie Title : Shelter (English)

Director & Writer : Jonah Markowitz

Duration : 97  minutes

Genre : drama, romance, sport

Release Date : April 16th, 2009

My Personal Rating : 4.25 / 5

I can’t just take whatever I want. My life is not like that” – Zach

“You’ll never get what you want unless you take it” – Shaun

Awalnya sih saya tidak ada niat nonton ini, sebelumnya saya cari download’an Bangkok Traffic Love Story setelah itu malah geser ke Bangkok Love Story. Waktu lihat trailer dua film tadi di youtube, saya menemukan trailer Shelter (2007) dan langsung jatuh cinta! Apalagi beberapa blog lokal memuji film ini. Jadilah saya nonton Shelter (2007) instead of Bangkok Traffic Love Story.

Untitled02

Berawal dari seorang remaja yang baru lulus bernama Zach, tidak bermaksud melanjutkan sekolah, ia pun bekerja nyambi di sebuah restoran dan merawat papan-papan seluncur milik teman masa kecilnya, Gabe. Selain itu hobinya adalah surfing (cool!!) dan membuat graffiti.

Untitled03Zach ini sayang sekali sama Cody – keponakannya yang berumur lima tahun, anak dari kakak Zach, Jeanne. Zach terpaksa menjalani peran sebagai ayah untuk Cody karena ayah Cody kabur dari rumah dan entah kapan kembali, karena Jeanne sama sekali tidak memberikan figur ibu yang baik bagi Cody. Zach rela membuang impiannya menuntut ilmu di sekolah seni karena ingin menjaga Cody. Disini, penonton bisa menyadari bahwa Zach adalah pemuda yang jauh lebih dewasa dari usia sebenarnya, ia juga tegas dan bijak daripada kakaknya sendiri. Sumpah, kakaknya galau banget!

Suatu hari, ketika Gabe pergi selama beberapa hari, bertemulah Zach dengan Shaun (kakaknya Gabe) ketika Shaun berlibur dari pekerjaannya sebagai penulis naskah di L.A a.k.a Hollywood 😀 Awalnya mereka berinteraksi seperti pertemanan biasa (pokoknya seperti best friend forever deh! gaulnya keren), cowok abis! Mereka bertemu hampir tiap hari, saat surfing atau sekedar hang out. Pada saat sudah merasa akrab, muncul lah “sparkling” diantara mereka, Zach sadar tapi masih belum perduli. Sampai suatu ketika, Shaun mencoba mencium bibirnya Zach. Sebagai seorang pria yang belum pernah berhubungan sesama jenis, reaksi Zach cenderung datar, otomatis dia pun bengong ( duh! saya suka ekspresinya, dapet banget wajah ling lung nya :p ). Zach jadi shock terapi, marah dengan Shaun dan bingung dengan kondisinya yang menerima begitu saja ciuman dari Shaun, sempat beberapa hari dia menghindar dari Shaun.

Ia pun mulai menyadari radar gay yang mulai aktif di dirinya dari seorang pria di pantai. Lama-kelamaan, Zach mengalami yang namanya sexually frustated, apalagi dia juga sedang jaga jarak dengan pacar wanitanya – Tori. Bertaruh, Zach nekat mendatangi rumah keluarga Shaun dan langsung melancarkan serangan maut (tidak perlu saya cerita bagaimana setelah itu kan, hehehe..). Setelah lama dinanti.. akhirnya senyum puas pun terpancar dari bibir Zach seperti remaja umumnya yang baru merasakan pengalaman pertama (saya ikut senyum juga, lho!). Dan kemudian menyadari inilah jati diri dia yang sebenarnya.

Anyway, senyumnya Zach adorablee!Untitled01

Selanjutnya, yahh.. bisa ditebak kan, hubungan yang awalnya dari bromance menjadi bro-lover-romance, mereka akhirnya pacaran sembunyi2, kadang Shaun suka iseng menggoda Zach di tempat umum. Walaupun sudah jadian tapi tetap saja cara mereka bergaul keren layaknya pertemanan antara sahabat pria (tidak terkesan girly apalagi cengeng). Namun cerita tidak sampai disitu, bagaimana konflik yang mengaitkan antara Zach dengan Shaun nantinya? Apakah Zach akan menemukan perlindungan (shelter) untuk tempatnya berteduh bagi ketenangan jiwanya sendiri? Seperti yang ia berikan pada Cody?

Overall, ceritanya seperti cerita remaja kebanyakan (seperti bukan cerita serius), hanya bedanya percintaan sesama pria. Trevor Wright memerankan tokoh Zach dengan sangat baik, mampu mengekspresikan kasih sayang sepenuhnya terhadap Cody, juga perasaan bahagia, bingung, frustasi, sosok pemuda dengan pemikiran dewasa tapi memiliki perasaan dan emosi seperti remaja seusianya. Kemudian, Brad Rowe yang memerankan tokoh Shaun juga membuat penonton wanita jatuh cinta! Lebih easy-going daripada Zach, cuek, friendly, figur kakak yang baik untuk Cody dan Zach sendiri, dia juga sayang dengan Cody (makin naksir deh si Zach sama Shaun). Bagaimana mereka berinteraksi setelah jadian juga tidak terkesan kaku tapi alami dengan bahasa tubuh yang tidak dibuat-buat, tidak terlihat mesra tapi penonton merasakan perasaan saling mencintai diantara mereka.

Untitled

Inilah mengapa saya suka film independen, karena ditampilkan apa adanya.. termasuk bahasa dialognya yang cenderung berbahasa gaul jadi terdengar lebih natural. Film ini juga tulus mengajarkan kehidupan di setiap manusia tanpa harus membawa embel2 vulgar yang membuat cerita menjadi komersil. Film berbudget rendah ini ternyata sukses luar biasa dan memenangkan banyak penghargaan di beberapa film festival.

02Saya juga jatuh cinta dengan soundtracknya yang abg! Terutama nyanyian dengan iringan gitar akustik yang mengalun harmonis di sepanjang film, begitu menyatu dengan nuansa musim panas di kota kecil pinggir pantai serta kesederhanaan orang-orang sekitar sehingga terkesan lebih membumi.

Saya bingung mau menamakan ini film gay atau bukan, karena Shelter (2007) lebih menceritakan tentang jalan hidup yang dipilih di setiap tokohnya. Kebetulan saja yang paling disorot adalah Zach, yang mencari jati dirinya untuk mencintai seorang pria.

Well, Shelter (2007) is not the other commercial gay movie, this is “real movie” who tells everything about life and family that you gladly choosed, proud with that… and be happy.

My heart is already captured by this movie!

Shaun : “You’re so beautiful.”

Zach : “Shut up.”

Shaun : “Hey, learn to take a compliment.”

Zach : “Thanks.”

Berikut list lagu2nya yang saya suka, easy listening dan bisa dinikmati saat santai di pantaiii 😀

By Bill Ferguson: Goin Home

By Shane Mack: I Like That, Lie To Me, Break, More Than This, Take The Long Way Home, Remember To Forget

Goin Home by Bill Ferguson

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s