[Seputar Ngetrip] Bersepeda di Bali, yuk!

DSC_0001

Bersama teman satu grup, Anabelle dan Hugh di Gianyar

Apa yang terlintas di pikiran ketika ke Bali: Kuta? Legian? Nah, itu sih sudah bosan, untuk kali ini saya singkirkan kisah kasih tentang kedua tempat tadi. Menjelang pergi ke Bali, saya iseng browsing web andalan yaitu TripAdvisor dan menemukan paket tur sepedaan!

Tidak sekedar bersepeda, kita juga mengenal hasil pertanian para penduduknya yaitu perkebunan kopi di Gianyar (sekitar 2 jam perjalanan dari Kuta dengan mobil) sambil icip-icip berbagai macam jenis kopi (vanilla, mocca, cocoa, dan masih banyak lagi), saya juga beli secangkir kopi luwak harganya Rp. 30,000 saja, rasanya pahit sekali dan lebih mantap sepertinya kalau pakai susu kental manis atau gula 😛

01

Mari di-icip!

02

Akhirnya kenalan dengan Luwak yang asli! 😀

Setelah menikmati kopi, kita sarapan dulu di Kintamani sambil menikmati pemandangan Gunung Batur dan Danau Batur. Makanannya enak lho!

03

Oke, energi sudah diisi, saatnya bersepeda di Pedesaan Gianyar! Dengan 1 guide orang Bali yang juga penduduk asli disana, 1 pengawas, dan 1 mobil yang mengikuti, kita menikmati sisi lain dari kemewahan pantai dan resort Bali. Mengamati para penduduk yang sebagian besar wanita sedang bertani di sawah dengan alat seadanya, bangunan-bangunan rumah yang masih menjaga nilai-nilai leluhurnya. Made, seorang guide tur juga menjelaskan dengan terperinci bagaimana struktur organisasi desa (“desa” bahasa Bali-nya yaitu “banjar”) dari kepala desa sampai struktur terbawah, pokoknya segala hal tentang keaslian Bali dijelaskan oleh Made.03

Dan oya! Karena trip saya ini mendekati hari Nyepi (tahun baru untuk agama Hindu), saya melihat banyak sekali ogoh-ogoh di setiap banjar (“desa”). Ogoh-ogoh adalah sejenis patung raksasa dari steroform yang dibuat para penduduk desa untuk diarak sepanjang jalan, sebagai tanda pengusiran roh-roh jahat menjelang dan sesudah perayaan Nyepi. Karena keasikan bersepeda saya sampai lupa foto ogoh-ogohnya, jadi saya ambil gambarnya dari google.

04

Lelah bersepeda, saya melipir ke rumahnya pemilik tur ini, namanya Yoga. Rumahnya tradisional dan kami pun disuguhkan makanan khas Bali! Yum! Ngomong-ngomong, rumahnya Yoga ini persis rumah Bali yang jadi setting film Eat, Pray, Love. Alhasil, saya foto2 deh 😀

05

06

Tidak sekedar menikmati Bali saja (by the way, saya ke pantainya cuma ke Jimbaran lho.. itupun ketika makan malam saja). Saya mempelajari banyak sekali ilmu, mengenal sisi lain Bali dengan lebih dekat dan membumi. It’s all thanks to Halo Bike Tour yang sudah memfasilitasi tur yang sangat bermanfaat ini 😉

DSC_0003

Sunset di Uluwatu 

1876511727363519140613

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s