[Resensi Film] Restless: Kisah Pemuda “Pengkabung” dengan Gadis yang Menanti Kematiannya

08

Movie Title : Restless

Director : Gus Van Sant

Duration : 91 minutes

Genre : Drama, Romance

Release Date : April 6th, 2011

My Personal Rating : 4.00 / 5.00

Two actors who are not hot by popular standards, but damn sexy in an indie way” – Indie-lectual.blogspot.com.

Saya setuju penampilan kedua pemain utamanya kurang begitu menarik untuk ditonton oleh kalangan mainstream atau cakupan audience yang lebih luas, tapi mereka terlihat begitu menarik dalam film sederhana seperti ini.

Enoch, adalah seorang pemuda yang aktivitasnya sering mengunjungi upacara orang yang sudah meninggal, seolah-olah dirinya sedang berkabung. Enoch juga seorang penyendiri, teman satu-satunya hanyalah seorang hantu tentara Jepang yang tewas pada saat Perang Dunia II bernama Hiroshi. Seringkali mereka bermain games bersama, atau sekedar jalan-jalan sambil membagi pemikiran mereka masing-masing.

02

06

Kemudian, disaat yang tak terduga bertemulah Enoch dengan Annabel di salah satu upacara kematian seorang anak penderita kanker. Awalnya Enoch tidak menerima kehadiran Annabel yang ramah, namun Annabel telah menolong Enoch disaat dia hampir ditangkap oleh pegawai gereja karena mencurigai aktivitasnya yang sering berkabung. Lain halnya dengan Enoch yang pendiam, Annabel merupakan pribadi yang ceria, terbuka, dan menerima takdirnya dengan lapang dada terutama soal kematiannya, karena dia berpikir keberadaan keluarga yang menyayanginya telah membuatnya tegar. Dan setelah mengenal karakter Annabel, Enoch pun mulai membuka dirinya pada Annabel.

Pertemuan pertama yang menjadi sebuah pertemanan, hingga Annabel hampir menemui ajal karena menderita kanker otak adalah inti cerita perubahan pandangan Enoch akan kematian, dan juga merasakan perasaan mencintai untuk pertama kalinya. Enoch mulai berteman dengan Annabel setelah mengetahui usia hidup Annabel hanya berumur 3 bulan, yang awalnya disepelekan tapi Enoch malah jatuh cinta dengan Annabel, perasaan cinta yang sudah terlanjur melekat di hati Enoch membuatnya tidak sanggup menerima kematian Annabel, sampai akhirnya Enoch pun merelakan kepergian Annabel yang pasti akan terjadi.

001

Sejak peristiwa naas yang dialami kedua orang tuanya, Enoch pun menjadi pribadi yang tidak sanggup menerima kematian dan terus menerus berada dalam bayang-bayang “berkabung” dengan menghadiri upacara kematian orang-orang, toh setiap manusia pasti akan mati dan meninggalkan bekas menyakitkan bagi yang ditinggalkan. Namun pengalaman singkat kebersamaan Enoch dengan Annabel merubah pandangan Enoch bahwa “kematian” tidak bisa selamanya dikenang, namun “pengalaman kebersamaan” dengan orang yang dicintai lah yang patut dikenang. Annabel telah memberikan cinta pada Enoch yang sudah sekian lama tidak dirasakannya, yang membuat hidupnya berarti. Kematian yang sebelumnya dipandang suram, berubah menjadi begitu indah ketika mengingat pertemuan pertama dengan orang tersebut sampai menjelang ajalnya, seseorang yang telah membuatnya bahagia.. dalam tiga bulan lamanya.

05

Saya suka dialog ketika Enoch menyebut anak penderita kanker dengan sebutan “cancer kids”, namun Annabel mengoreksi dengan “kids with cancer”. Dua kalimat yang sama, namun mengandung makna manusiawi yang berbeda.

1876511727363519140613

Advertisements

2 thoughts on “[Resensi Film] Restless: Kisah Pemuda “Pengkabung” dengan Gadis yang Menanti Kematiannya

  1. saat pertama nonton film ini di salah satu stasiun tv, saya berfikir film ini tidaklah menarik. tapi, karena saya tidak dapat memejamkan mata saya, akhirnya saya rela mengikuti jalan cerita film ini. tapi, sayang belum sempat saya larut dalam ceritanya, film ini pun berakhir. yah, bukan karena cerita nya selesai/tamat, tapi siaran pusatnya yang telah berhenti dan menggantikannya dengan siaran lokal. alhasil film itu hanya tayang separuhnya saja. karena mulai penasaran dengan isi akhir cerita film itu, saya pun memutuskan untuk mencari sinopsis film tersebut. itulah yang membuat saya bertemu dengan blog anda ini. mungkin setelah ini saya akan mencoba mencari film ini di youtube, semoga saja ada! oh, ya..kalo ada referensi film indi yang bagus kamu bisakan memberitahu saya….key. makasih buat sinopsisnya, saya suka film nya….. (y)

    • Hi Lhia Al-barraa, makasih udah berkunjung ke blog saya 😉

      Itulah sebabnya saya suka film Indie, karena gaya penyampaian ceritanya unik dan beda dg film mainstream di pasaran 😀 simpel tapi memaksa kita untuk berpikir, dan dari situ langsung ketahuan kualitas dari film tersebut

      Sebenarnya saya tidak bermaksud membocorkan apalagi yg namanya ending, tapi message di film itu bagus banget jadi saya memutuskan untuk menceritakan samar-samar, hehehe, tapi masih belum bisa ketebak kan endingnya seperti apa 😛

      Saya rencana mau me-review The Spectacular Now. Tapi masih belum terlaksana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s