[Sekedar Bercerita] I am Travelling Dreamer

Because I’m Happy!

Saya (iya, saya!) hanya ingin mengeluarkan uneg-uneg gara-gara salah satu teman bangga pergi solo travelling dengan hitch hiking (nebeng kendaraan orang dengan cara mencegat di suatu tempat) dari satu kota ke kota lain dengan menaiki truk! Saya sempat berpikir, bagaimana bisa cewek sendirian ber-hitch hike berhadapan dengan truk antar kota dan mas-mas supir truk yang sangar (catat: setiap orang punya caranya masing-masing, saya boleh dong berkomentar karena bagi saya itu tidak umum, tidak bermaksud men-judge juga). Kalau diperhatikan seru juga ya caranya begitu tapi maaf saja, itu bukan style saya (serem dan nekat)!

Masih menceritakan teman saya ini, dia sangat aktif mengikuti komunitas namanya Couchsurfing (komunitas tempat nginep gratis di rumah anggota atau forum travelling), kemudian meng-host tamunya jalan-jalan dan suka gathering dengan sesama anggota, makanya dia punya banyak teman dari seluruh dunia. Sebenarnya bukan apa yang tadi saya sebutkan yang saya ingin bicarakan, tapi caranya dia yang kurang menghargai orang yang tidak ber-backpacker dan merendahkan turis. Saya pernah menemukan quotenya dia seolah-olah “orang belum afdol dibilang backpacker kalau belum banyak jalan kemana-mana, atau belum travelling dengan budget serendah-rendahnya, atau masih pakai jasa travel, masih suka pakai koper, semakin prihatin cara travellingnya semakin bangga, dan segala blah-blah lainnya”. Walaupun dia tidak bermaksud menyindir saya, tapi yang baca jadi merasa tersindir termasuk saya!

Makanya saya tidak suka menyebut diri saya sebagai flash-packer, back-packer, budget-packer, apalah itu namanya, saya hanya Travelling Dreamer; seorang pemimpi jalan-jalan yang cuma ingin mengunjungi tempat asing. Memang, saya travellingnya dengan low-budget karena saya orangnya tidak sabaran menabung lebih lama (biar uangnya terkumpul lebih banyak) agar bisa nyaman pergi, menginap di hotel mewah atau pakai jasa helikopter kalau mau ke tempat jauh, yang ada keburu tua sebelum bisa kesana! Terakhir saya travelling yaitu ke New Zealand (oh iya belum saya update postingannya, nanti yah, hehehe) saya pakai low-cost carrier dan menginap di hostel (bukan berarti saking mau irit saya tidur di kamar campur cowok-cewek, saya menginap di kamar female only dengan kamar mandi di dalam, karena prinsip saya sebagai muslim tidak akan mau tidur disatu kamar dengan cowok yang bukan muhrim). Walaupun hostel tapi lokasinya di tengah kota untuk memudahkan kesana dan kemari, pakai tur lokal karena mereka lebih tahu medan taman nasionalnya, dan lain-lain.

Prinsip saya “Travelling Comfy” (asal ngarang) yang artinya travelling budget rendah dengan kenyamanan 😀

Lokasi gambar: Arrowtown, Queenstown, New Zealand

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s