[Sekedar Bercerita] Tidak Semua Orang Asing Suka Bali

people love baliSebenarnya sudah lama saya ingin share tentang ini, tapi baru kesampaian sekarang 😛 tadinya di judul artikel, saya menyebutkan bule yang akhirnya diganti menjadi orang asing (menurut saya terlalu sempit jika menyebutkan bule karena hanya mengacu pada kaukasian, bukan asia timur seperti Jepang atau Korea). Jadi di artikel ini, saya tidak mau meng-stereotipekan masing-masing orang. 😀

Ketika jalan-jalan di Indonesia, saya kurang interaksi dengan orang asing, kalau tidak karena jalan sama keluarga, dan kalaupun dengan teman, menginapnya di hotel. Ketika akhirnya saya ke luar negri, barulah saya punya kesempatan untuk berinteraksi dengan orang asing baik di hostel (bukan hotel) maupun pada saat touring sehingga kami bisa saling bertukar pikiran.

Saya pikir semua orang asing menyukai Bali, apa sih yang mereka tolak di Bali? Pantainya bagus, penduduknya ramah, banyak akomodasi murah, banyak restoran yang menjual makanan murah, cewek-cewek Bali eksotis made in Indonesia (tidak kaya saya yang kata orang seperti orang India, hiks #lahcurcol). Sampai suatu ketika saya ke New Zealand dan berbincang dengan pemilik hostel di Queenstown (kalau tidak salah namanya Paul, untuk Sundus kalau baca artikel ini tolong kasih tahu namanya yah 😛 ). Dia ramah sekali, mungkin dia merasa kasihan melihat kondisi kita seperti anak ayam kehilangan induk, jadi dia berusaha membuat kita merasa “welcome”, hahahaha.

Pria yang aslinya orang Australia ini mengatakan “Saya tidak pernah ke Bali, dan tidak akan pernah mau kesana”. Pikir saya yang benar saja!? Padahal bagian dalam hostelnya banyak sekali foto-foto Paul di berbagai negara sampai ke ujung-ujungnya, masa ke Bali saja tidak pernah? Sontak saya dan Sundus saling lihat-lihatan “Lho, memangnya kenapa? Padahal banyak orang Australia yang kesana loh!” Saking kepo-nya saya bertanya.

Dia menjawab “Nih ya, rata-rata yang ke Bali itu anak-anak yang baru lulus sekolah (kalau sebutan untuk orang Indonesia ABG labil, hehehe), mereka merayakan kelulusan dengan ke Bali karena murah di kantong mereka, bersenang-senang, minum-minum, sampai mabuk berat” Dengan semangat dia cerita “Ayolah, kita travelling untuk mencari pengalaman, bukannya menyia-nyiakan uang untuk itu”.

Saya sih setuju saja 🙂 Sepertinya pria ini usianya 5 tahunan diatas saya.

Kemudian pada saat touring di Milford Sound, saya berbincang dengan bapak-bapak Australia (lagi) yang usianya sudah tidak muda. Awalnya saya ajak ngobrol dia karena dia dan partner-nya sengaja menjaga jarak dengan rombongan. Pertamanya saya takut untuk memulai pembicaraan karena partnernya judes banget takut saya diomeli 😥 setelah saling memperkenalkan akhirnya saya tahu bapak ini (err.. katakanlah Mr G) sangat bawel! Hahahaha. Teringat kisah si Paul, saya menanyakan hal yang sama tentang Bali.

Jawabannya membuat saya kaget “No way!! Saya tidak mau ke Bali” alasan? “Banyak anak-anak muda yang hanya bersenang-senang disana, mabuk-mabukan, rusuh, tidak ada gunanya, gara-gara mereka citra orang Australia jadi buruk, padahal kita bukan seperti itu loh!” Katanya sambil berapi-api seperti Paul. 😛

Menurut saya, dua orang dengan opini yang sama usianya tidak lagi ABG, jauh lebih dewasa. Mungkin kalau saya ajak ngobrol dengan ABG mereka akan menjawab kebalikannya kali ya. 😛

Ngomong-ngomong, Mr G bilang Amsterdam itu bagus banget, kamu mesti kesana, katanya. Asik, kebetulan mimpi saya mau sepedaan disana dan gara-gara bapak ini jadi semakin termotivasi. #lohkokjadiganyambung

Jadi, kesimpulan tulisan diatas sebenarnya tidak ada yang salah dari kondisi di Bali, melainkan kelakuan dari orang-orang sebangsanya yang tidak menyenangkan, kebetulan saja lokasinya ada di Bali dan saya ngobrol dengan dua orang Australia dimana jarak negara mereka dekat dengan pulau Bali. 😀

Picture taken from: http://thomas-kurniawan.blogspot.com/2012/04/we-love-bali.html

Advertisements

5 thoughts on “[Sekedar Bercerita] Tidak Semua Orang Asing Suka Bali

  1. Bautiiii maap gw juga lupa nama pemilik Adventure Queenstown :)) Trs knp juga kita ga foto bareng dia yah? ~__~

    Anywaaay suka tulisannya! *4 jempol*

    • Aaaah namanya siapa ya. Gw ingetnya Dylan sewa sepeda. Hahahaha.

      Hadeeh.. Mungkin karna udh excited lebay pas sampe NZ jd lupa putu2 😐

      Makasiiiih udah sempetin baca :-*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s