[Resensi Buku] Kisah Ksatria Pumpkin yang Gagah Berani Melamar Sang Pangeran

Beberapa bulan lalu, media sempat dihebohkan dengan keberadaan children book – buku fairy tale anak-anak yang memiliki tokoh pahlawan gay. Menurut sang penulis yang sudah terkenal menciptakan cerita anak-anak yaitu Daniel Errico, ini pertama kalinya dia menciptakan pahlawan yang mencintai sesama jenis. Ia mengatakan bahwa sangat penting mengenalkan adanya LGBT kepada anak-anak dengan cara yang positif yaitu menciptakan karakter tersebut ke dalam buku fairy tale dimana bisa lebih mudah diterima oleh kalangan anak-anak. Errico ingin anak-anak melihat keberanian dan ketulusan yang ada dalam tokoh Cedric – yang bisa mendorong anak-anak untuk jujur terhadap diri sendiri, menerima kondisi yang dialami orang lain maupun lingkungan.

The Bravest Knight Who Ever Lived memperkenalkan seorang anak petani labu yang miskin tapi baik hati bernama Cedric. Sedari kecil ia senang bermain dan berpetualang bersama anak-anak seumurnya.

Pada suatu hari, ia memergoki pencuri yang ingin mengambil koin-koin emas dalam kereta kuda, karena berjiwa penolong ia melempari si pencuri dengan kenari-kenari yang ada di pohon sehingga membuat si pencuri kabur. Seorang ksatria yang mengetahui kejadian tersebut bangga dengan keberanian Cedric, akhirnya ksatria tersebut mengangkat Cedric menjadi apprentice-nya. Beberapa tahun kemudian, setelah sang mentor meninggal, gelar ksatria pun diserahkan kepada Cedric.

Dengan tugasnya yang baru, ia menyelamatkan banyak orang dari kejahatan termasuk menyelamatkan para putri, namun ia sering menolak cinta sang putri karena menurut Cedric “ini bukan akhir cerita untuk saya”.

Pada suatu hari, ia menyelamatkan sepasang kakak-beradik putri dan pangeran kerajaan yang diserang oleh naga. Setelah dikalahkan oleh Cedric, naga itu kabur. Kemudian Cedric membawa anak-anak raja kembali ke istana.

Atas keberaniannya melawan naga, membuat sang putri jatuh cinta dan menawarkan diri untuk menikahi sang pahlawan. Benar-benar seperti fairy tale khas buku anak-anak 🙂

Namun ending ini dibuat berbeda yaitu ketika Cedric menolak sang putri namun ia menghargai nilai pertemanan mereka dengan mengatakan “anda adalah wanita yang sangat cantik dan sangat baik hati, namun dengan berat hati saya menolak karena ini bukan akhir cerita untuk saya” kemudian ia melanjutkan “saya jatuh cinta dengan seseorang.. dengan pangeran, saya ingin menikah dengannya, jika pangeran juga memiliki perasaan sama dengan saya” ternyata sang pangeran membalas perasaan Cedric. Awalnya raja bingung dengan kondisi ini, namun karena melihat raut muka anak laki-lakinya yang bahagia, raja pun merestui. Pesta pernikahan antara ksatria pumpkin dengan pangeran diadakan dengan meriah, rakyat gembira, semua orang ikut gembira, termasuk sang raja dan ratu.

Cedric akhirnya bisa mengatakan “inilah akhir cerita untuk saya” – and they lived happily ever after.

Walaupun banyak feedback positif dari masyarakat, namun ada juga yang menentang keberadaan buku ini terutama para orang tua yang takut anak-anaknya menganggap LGBT adalah sesuatu yang biasa – pastinya terkait dengan soal moral dan agama.

Beruntunglah saya sempat download film pendek berdurasi 8 menit ini melalui Vimeo, hehehe.

Sumber:

http://www.huffingtonpost.com/2015/06/09/bravest-knight-who-ever-lived_n_7545240.html

http://www.themarysue.com/hulu-bravest-knight-short-film/

Advertisements

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s