[Spiritual Travelling] Perjalanan ke Tanah Suci di Makkah dan Madinah

Assalamualaikum! Setelah sekian lama tidak beredar di dunia maya (halah padahal cuma sepuluh hari), saya kembali dengan membawa cerita yang menjadi bagian terpenting dalam hidup saya 🙂

Alhamdulillah saya akhirnya dipanggil yang Maha Kuasa ke tanah suci umat Islam yaitu ke Makkah dan Madinah untuk Ibadah Umroh, tidak berhenti bersyukur juga saya perginya diawal tahun dimana perjalanan 2016 baru saja dimulai.

Sebenarnya tidak ada persiapan khusus seperti ibadah khusus dan lain-lain, paling yang saya siapkan adalah bayar hutang Puasa Ramadhan, olahraga yang cukup, makan makanan bergizi, minum vitamin, dan menyelesaikan kerjaan yang pending (abaikan yang terakhir #tidakpenting).

NIAT UMROH

Umroh wajib sebenarnya hanya melakukan Tawaf (memutari Kabah sebanyak 7x) dan Sa’i (berlari-lari kecil) di Makkah, selebihnya adalah Sunnah. Tapi selama ada di Tanah Suci, alangkah baiknya jika Sunnah juga dijalankan karena akan mendapat pahala berkali-kali lipat, jadi tahan godaan untuk belanja ya XD

Berhubung pesawat saya tujuannya langsung ke Makkah, maka niat Ihrom/Umroh sudah dilakukan diatas pesawat yaitu ketika memasuki Miqot di daerah Yalamlam, solat Ihrom pun dilakukan saat itu juga. Setelah niat Ihrom, khusus wanita sudah tidak bisa memakai produk kecantikan yang mengandung parfum dan alkohol (kecuali yang non seperti produknya Wardah #bukanpromosi), dilarang berkaca dan menyisir (karena dianggap mempercantik diri), membicarakan hal buruk seperti bergosip, dan dilarang melepas jilbab didepan orang sekalipun sesama wanita – buka jilbab boleh dilakukan pada saat sendirian.

MAKKAH

Airport kedatangan adanya di King Abdulaziz International Airport di kota Jeddah, kemudian lanjut naik bis ke kota Makkah dimana agama Islam lahir.

King Abdulaziz International Airport di Jeddah

Kota Makkah

UMROH WAJIB 

Tibalah disaat saya mengunjungi Masjidil Haram – Masjid pertama dan terbesar di dunia dimana saya menemukan orang-orang Islam dari seluruh dunia beribadah disini. Begitu melihat Kabah yang berada didalamnya langsung membuat saya takjub sampai saya berpikir ini lagi mimpi atau tidak karena selama ini lihat Kabah hanya di Sajadah saja 😛 Ada perasaan luar biasa ketika Solat dihadapan Kabah  – dihadapan Kabah, pemirsa! Kiblatnya orang-orang Solat ada disini dan saya berada dekat sekali dengannya. Ritual wajib Umroh yaitu pada saat Tawaf – walaupun tidak berhasil menyentuh Kabah (tidah tahan berdesak-desakan yang semakin mendekati Kabah semakin parah), tapi saya berhasil melihat jejak kaki Nabi Ibrahim di Maqam! (kaki-nya guede lho).

Masjidil Haram


Kabah (note: saya ambil foto ini bukan dalam keadaan sedang Tawaf ya 🙂 )

Setelah Tawaf, dilanjutkan Sa’i yaitu berlari-lari kecil. Sebelumnya saya berpikir lokasi Sa’i adalah di bukit ternyata ada di dalam ruangan AC berlantai, medannya adalah jalan lurus nanti menanjak – menurun – lurus lagi – kemudian menanjak – menurun (di-ibaratkan melewati bukit Safa dan bukit Marwah) – dilakukan berulang-ulang sampai akhirnya mencapai 7x. Sa’i mengingatkan Jemaatnya agar merasakan seperti istri Nabi Ibrahim yaitu Siti Hajar ketika mencari air untuk anaknya – Ismail, bayangkan kondisi saat itu adalah bukit berbatu naik dan turun, tidak sebanding dengan yang saya lakukan diatas lantai.

Umroh Wajib resmi selesai yaitu pada saat sebagian rambut saya digunting.

AIR ZAM ZAM

Air zam zam melimpah ruah di dalam Masjid, di berbagai sudut ada semacam dispenser pendek untuk mengambil air, bawalah botol minum agar dapat di-isi sewaktu-waktu karena melakukan aktifitas ibadah menguras energi yang sangat banyak. Menurut sejarah, sumber mata air zam zam adalah berasal dari galian Malaikat Jibril yang pertama kali dilakukan dihadapan Siti Hajar.

IBADAH SUNNAH

Di hari ke-2, Jemaat bisa melakukan Tawaf dan Sa’i kembali sebagai ibadah Sunnah dan sebagai hadiah untuk seseorang yang sudah meninggal; bisa ayah, ibu, adik, kakak, atau kakek dan nenek. Bagaimana dengan Miqotnya? Karena sudah di darat, maka niat dan solat Ihrom saya lakukan di Masjid Ji’ronah. Di hari berikutnya, alangkah baiknya jika dimanfaatkan waktu luangnya untuk Solat Sunnah, Solat Wajib berjamaah, dan banyak baca doa maupun Al-Qur’an di Masjidil Haram.

UMROH PENUTUP

Sebelum melakukan perjalanan ke Madinah, saya melakukan Tawaf Wada sebagai penutup ibadah wajib saya di Masjidil Haram dengan mengitari Kabah 7x sekali lagi.

WAKTU LUANG

Adapun touring-nya adalah ke Jabal Tsur (tempat Rasulullah dan Abu Bakar As-Siddiq bersembunyi dari kejaran kaum Quraisy ketika akan hijrah ke Madinah), Jabal Rahmah (tempat pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa setelah terpisah di bumi selama 100 tahun) – disana saya makan eskrim enak, dan Jabal Nur (tempat Rasulullah menerima wahyu pertama dari Allah SWT).

Jabal Tsur

Jabal Rahmah

Jabal Nur

Ada saatnya saya refreshing dengan mengunjungi mall persis didepan Masjidil Haram, namanya Abraj Al Bait Shopping Centre, disana saya menemukan toko dari negara barat seperti Starbucks (dan saya beli tumblernya, lucu XD ), Mothercare, atau H&M, namun seperti yang sudah kita ketahui bahwa orang selain Islam dilarang memasuki Makkah maupun Madinah. Sejujurnya saya kaget karena dibandingkan dengan kondisi di Indonesia.. tahu kan 😛

Abraj Al Bait Shopping Centre

Starbucks + Tumbler XD

16

17

MADINAH

Perjalanan dari Kota Mekkah ke Kota Madinah memakan waktu 6 jam menggunakan bis. Dibandingkan dengan Makkah, Madinah adalah kota yang bersih, nyaman, sejuk, dengan bangunan yang modern, orang lokalnya ramah dan hangat dibandingkan dengan Makkah yang lebih gersang, orang lokalnya juga lebih keras. Tidak heran Rasulullah diperintahkan Hijrah dari Makkah ke Madinah.

Kota Madinah

Pasar kaget di depan Masjid Nabawi, biasanya ada setelah solat wajib berjamaah selesai 😀

Toko-toko dari negara barat seperti H&M, Mothercare, Starbucks, dan selebihnya ada di dalam gedungLokasinya persis di depan pintu gerbang nomer 25 Masjid Nabawi


MASJID NABAWI DAN MAKAM RASULULLAH

Jujur, saya langsung jatuh cinta dengan Masjid Nabawi yang terbesar di Madinah karena interiornya cantik sekali, sehingga betah beribadah disini 🙂 Di Masjid ini juga ada makam Rasulullah, Abu Bakar As-Siddiq, dan Umar bin Khatab. Atleast saya sudah melakukan ziarah ke makam-nya sekali saja :’D (kenapa hanya sekali, nanti bisa rasakan sendiri – tapi tergantung masing-masing personal sih)

Masjid Nabawi

Makam Rasulullah, Abu Bakar As-Siddiq, dan Umar bin Khatab

MASJID QUBA

Selama touring, saya mengunjungi Masjid Quba – adalah masjid pertama yang dibangun Rasulullah ketika tiba di Madinah berdasarkan titik berhentinya unta Rasulullah. Solat Sunnah di Masjid ini akan mendapatkan pahala sebesar 1x Umroh jadi saya manfaatkan benar-benar ketika tiba di Masjid ini.

Masjid Quba

Kemudian saya juga mengunjungi Jabal Uhud – tempat terjadinya Perang Uhud antara Kaum Muslimin sebanyak 700 pasukan melawan Kaum Quraisy Makkah sebanyak 3,000 pasukan. Akhir dari pertempuran mengakibatkan kekalahan telak Kaum Muslimin. Pasukan Muslimin yang tewas atau disebut dengan Syuhada dimakamkan disini.

Jabal Nur dan Pemakaman Massal para Syuhada

KESIMPULAN

Banyak kekurangan yang saya lakukan ketika menjalani ibadah, namun yang terpenting adalah niat untuk beribadah sepenuhnya terhadap Allah SWT, dijamin tidak ada keluhan selama disana 😉

Advertisements

6 thoughts on “[Spiritual Travelling] Perjalanan ke Tanah Suci di Makkah dan Madinah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s