[Sekedar Sharing] Pengalaman Mengurus Visa Schengen

Halaaah, topik ini mainstream banget sih, sebenarnya sudah banyak blog yang sharing pengalaman mengurus visa schengen dan tentunya kalian sudah pada bosan 😛 Tapi berhubung blog saya belum pernah bahas tentang Eropa, saya putuskan untuk berbagi pengalaman saya sendiri dimulai dari urus visanya.

Berawal dari gagal pergi bareng travel mate (detailnya ada disini), akhirnya saya banting setir #halah untuk pergi sendiri, tapi saya jadi mikir “bagaimana kalau sendirian terus kesasar.. terus mendekam di pos satpam kaya anak hilang.. kedutaan telp ortu di Indonesia.. saya akhirnya di-deportasi..” bukannya mandiri jadi malah ngerepotin ortu >_< dan lain-lain segala keparnoan berlebihan yang menghantui saya 😛 akhirnya saya pun memutuskan pergi sendiri #lah . Maksutnya, saya ikut open tripnya Claudia Kaunang atau biasa dipanggil CK (instagram: @claudiakaunang). Saya sudah follow beliau dari jaman dia talkshow masih berdampingan dengan Trinity dan Rini Raharjanti tahun 2011 (ada postingannya lho). Kadang saya kepikiran kapan2 mau ikutan tripnya CK ah, tapi keinginan untuk jalan sendiri masih lebih kuat jadi selama ini saya pergi secara mandiri. Sampai akhirnya trip ke Eropa saya pakai jasanya CK 😀 (karena harga lebih terjangkau dari travel agent tentunya). Pengalaman trip bareng CK dimulai dari persiapan dll akan saya bahas di postingan tersendiri yaa.

Okay! Back to the topic. Setelah deal dengan team CK, saya mulai mempersiapkan segala dokumen yang akan dibawa ke Kedutaan Belanda (FYI, per 1 Juli 2016 Kedutaan Belanda menunjuk VFS Global sebagai pihak agent untuk mengurus Visa, kecewa? Trust me, lebih enak pakai jasa VFS Global karena berdasarkan pengalaman urus Visa New Zealand, staff-nya ramah dan bisa diajak ber-haha hihi dibandingkan kedutaan yang staff-nya itu.. serem). Dokumen yang saya submit antara lain:

  • Formulir yang harus diisi. Karena Belgium masuk ke dalam destinasi, saya sampai menuliskan Belgium sekaligus Brussels ke dalam daftar destinasi dan saya baru sadar ketika menunggu interview, mau diperbaiki tapi yang saya coret malah Belgium >_< keliatan banget tidak siap karena saya pikir sudah terima beres kalau pakai tur tapi saya lupa kalau saya apply visa sendiri – tidak pakai jasa travel agent. Mistake #1

  • Fotokopi Paspor + Paspor Asli. Waktu itu saya juga serahkan paspor lama tapi mereka tidak ambil.

  • Pas Foto 3,5 x 4,5 dengan background putih.

  • Bukti reservasi pesawat. Saya nekat beli tiket Qatar Airways KL – AMS dan Air Asia CKG – KL, kalau visa ditolak ya resiko hangus. 😛

  • Bukti reservasi hotel. Karena saya pergi dengan tur, saya serahkan bukti reservasi atas nama CK dan kalau bisa serahkan list daftar peserta tur ya biar kedutaan percaya bahwa kita memang pergi bareng dengan tur. Kesalahan saya, saya tidak serahkan list tersebut. Mistake #2 

  • Asuransi Perjalanan. Saya biasa pakai Zurich yang sudah ketahuan mendunia, bukti pembelian asuransi dijadikan sebagai surat ijin kita untuk apply visa, kalau tidak ada ini bakal diusir sama satpam keluar. 😦

  • Rekening Tabungan 3 bulan terakhir. Saya pakai rekening bank keluar masuk gaji saya karena memang paling aktif (jika rekeningnya masih dalam status payroll sebaiknya ganti menjadi rekening tabungan). Minimal saldo kurang lebih Rp 20,000,000 untuk trip selama 2 minggu.

  • Surat pernyataan dari HRD kantor kalau mereka mengetahui saya pergi dari tanggal segini sampai tanggal segitu, menjamin saya akan pulang ke Indonesia sesuai waktunya karena masih ada keterikatan hubungan kerja, dan tidak berniat mencari pekerjaan disana. Komplit kan, saya request ke HRD dengan kata2 tersebut dan point 8 ini menurut saya yang paling sakti agar visa approve karena ada jaminan dari lembaga/perusahaan yang terdaftar usahanya secara resmi di Indonesia dan jika karyawannya bermasalah, pihak kedutaan bisa minta pertanggung jawaban ke si pemberi jaminan dan si pemberi jaminan bisa berurusan dengan si karyawan sehingga si karyawan akan berpikir panjang jika suatu saat membuat masalah. Karena surat ini sepertinya Mistake #1 dan Mistake #2 diabaikan oleh kedutaan. XD

Akhirnya saat interview..

Ruangannya tidak terlalu besar, terdiri dari bangku yang menghadap loket seperti teller bank tapi mereka pakai kaca. Jujur saya stress menghadapi interview ini karena beberapa orang sebelum saya dimarahi staff kedutaan karena dokumen tidak lengkap, salah satunya:

Staff: “beberapa dokumen tidak lengkap, ibu tolong dilengkapkan dulu

Ibu2: “tapi kan…. *bla bla bla” (sambil begging)

Staff: “gak! gak! gak! saya tidak mau terima! ibu silahkan keluar dan kembali kesini dengan dokumen lengkap” dengan lunglai ibu tersebut keluar dan curhat dengan pihak travel agent

Hueee, gimana saya tidak stress, tapi ibu2 sebelah saya menenangkan dan menyemangkatkan saya bahwa saya pasti lolos. Hidup si ibu!

Tibalah giliran saya dipanggil #glek

Staff: sambil lihat2 paspor lama saya “ini kok paspornya expired 2015?

Saya: “itu paspor lama saya, yang baru ada disitu” (tidak dipegang sama dia)

Staff: “iyaaa, ini expired 2015

Saya: “ada disitu paspor barunyaa ToT “

Staff: “ooohh,ini, yang lama sudah tidak terpakai” sambil dilempar paspornya ke saya, Iiiiihhh…

Staff: “mau pergi dengan tujuan apa?

Saya: “holiday

Staff: “kemana saja?

Saya: “Belanda, Perancis, Jerman, Belgia…” padahal baru saya hafalkan sampai ke kota2nya sebelum interview, saking gugupnya saya lupa menyebutkan Luxembourg -__-“

Staff: “paling lama stay dimana?”

Saya: Belanda“. Pede lah jawab Belanda, saya advance 4 hari di Belanda pasti sudah masuk hitungan paling lama disana XD

Dokumen saya hanya dibalik satu kali (tidak dibolak-balik, harusnya pertanda baik yaa..), setelah dokumen disteples oleh dia, saya langsung bayar di loket pembayaran sebesar Rp 910,000 (setara 60 Euro). Dulu, keputusan visa keluar hanya 4 hari kerja, entah karena lagi proses migrasi ke VFS Global sehingga dokumen2 saya dikirim ke Kuala Lumpur dan harus menunggu selama 2 minggu -__-“

Dua minggu kemudian… visa saya keluar!

Yaaah, walaupun hanya dikasih 30 hari yang penting saya sudah di-ijinkan masuk Uni Eropa.

Advertisements

16 thoughts on “[Sekedar Sharing] Pengalaman Mengurus Visa Schengen

    • Hahaha, iya pas paspor lamaku dilempar rasanya pengen gali lubang aja *sakit hatiii*

      Tapi pas aku ambil paspor dan visa yg udah di-approved, dia senyum2 aja tuh. Waktu itu cuma akting aja kali ya 😛

      Makasih yaa mama ben, semoga sukses tripku ini XD

  1. mbak, aku mau urus visa ke Italy dengan tujuan holiday tp sebenernya untuk kunjungi pacar saya disana akan tetapi saya tinggal di rumah keluarga pacar saya tanpa menginap di hotel, bagian yg bikin saya jadi hopeless dan lemes itu bagian beli tiket, gmn kalau saya udh beli tiket namun visa saya di tolak? hangus dong ya belasan juta? bantu saran dong mbak 😦

    • Hi Devierra,

      Bukannya kalau akomodasi di-support WN sana bakalan jd merepotkan dia? Karena dia harus isi form sendiri ke kedutaan, eh ini sih menurut saya. Tapi kalau dia tidak masalah dengan birokrasi bisa lebih baik. Benar, kalau ketentuan tiket hangus 100% (apalagi tiket promo) jika di-cancel ya resikonya seperti itu. Tidak harus beli, bisa juga booking di maskapai yg tidak harus bayar dulu, jadi bookingan tersebut bisa dilampirkan pada saat pengajuan visa namun jika visa ditolak bisa di-cancel bookingannya itu

  2. Hi mbak, saya mau tanya. Kalau saya awalnya di Belanda untuk konferensi dan setelah itu mau jalan2 ke Perancis, Jerman dan Italy. Apakah saya harus ambil Visa multiple entry atau cuma single entry saja bisa?

    • Hi cindiferonika,

      Saya belum pernah ada pengalaman pakai visa selain Visa Turis

      Berdasarkan yang saya baca di VFSGlobal, pengertian saya:

      Kalau konferensinya berhubungan dg pemerintah/delegasi resmi yg dibayar pemerintah maka visa-nya adalah Visa Kunjungan Resmi, tapi kalau konferensinya bersifat komersil/bisnis seperti Rapat-Rapat, Konferensi, Pelatihan-Pelatihan, Pameran Dagang atau lebih tepatnya tidak dibayar pemerintah maka visa-nya adalah Visa Bisnis

      Kalau yg saya pahami sih, krn kamu tujuan utamanya adalah konferensi maka visa yg harus dipakai adalah Visa Bisnis, krn visa tersebut berlaku di beberapa negara-negara Uni-Eropa harusnya bisa dipakai buat kunjungan selain ke Belanda (tidak harus konferensi)

  3. mbak nanya donk.. waktu apply visa schengen di vfs, apa bener syarat sepert ktp, kk, dll itu harus ditranslate ke english?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s