[Sekedar Bercerita] Traveling Sendirian itu…

I’m Feeling Sexy and Free~!!!

Ini sih saya mau curhat saja, hehehe, banyak yang berubah setelah saya melakukan perjalanan sendirian selama seminggu sebelum akhirnya bertemu rombongan di minggu kedua waktu ke Eropa kemarin.

Sebenarnya saya ada rencana mau coba traveling sendirian yah atleast di negara dekat dulu seperti Singapore atau Kuala Lumpur, tapi malah tempat paling jauh yang akhirnya jadi tempat ‘training’ saya :’D mengapa saya memutuskan pergi sendirian di Eropa? Pertama, murni kecelakaan karena gagal pergi dengan travel mate.

Padahal teman-teman yang biasa pergi sendiri sudah encourage saya supaya kaya mereka tapi saya belum niat karena saat itu saya dan travel mate rencana mau ke Eropa dan tidak adil kalau saya pergi sendirian.

Mungkin sudah jiwa-nya, saya cek harga maskapai di berbagai website sudah kaya minum obat (sakaw kalau tidak minum obat, hahaha), akhirnya nemu lah tiket murah di September, tapi ya itu travel mate saya malah php (memberi kabar juga enggak), tiketnya jadi naik, sebel banget saya, seandainya saya bisa ngapa-ngapain tanpa mikirin orang lain pasti saya sudah dapat tiketnya. Dan saat itu.. ting! Oia, pantesan teman-teman saya pada akhirnya pergi sendirian karena males mikirin orang lain saat mereka pengen banget pergi. Baiklah, saya jalani saja dulu, dan sepulangnya dari Eropa mindset saya berubah ternyata menyenangkan sesekali pergi sendirian, saya suka sih pergi bareng, tapi kalau pergi sendirian hayo aja 😉 Sebenarnya saya ada rencana ke Philippines sama teman-teman tapi ketika ditanya kapan mau pergi malah tidak dijawab, oke bai! Gini nih kalau pergi dengan orang. Saya putuskan tidak mau antusias lagi, capek, hahaha. Kalau mau pergi bareng hayok, ga mau ikutan? Monggo.

Saya heran dengan sebagian orang (tidak semua ya), padahal mau pergi tapi ketika ditanya ini itu malah php (kasih kabar juga enggak), atleast info lah kalau tidak mau ya bilang. Saya sampai akhirnya menganggap bahwa mereka ini tidak pernah mengalami seperti yang saya alami jadi tidak akan mengerti kalau cari tiket murah itu menyita waktu, cari-cari spot wisata, bikin itinerary, semua usaha butuh effort dan waktu, walaupun begitu saya suka melakukan ini tapi tidak ada rasa appreciate-kah sama orang-orang yang sukarela karena ingin perjalanannya menjadi menyenangkan?

Lebih baik saya appreciate ke diri sendiri saja, hehehe.

Apa sih kelebihan pergi sendirian? Pengalaman saya ke Eropa kemarin, pada saat beli tiket tidak perlu tanya sana sini pada bisanya kapan dan cuma sesuaikan jadwal saya sendiri saja termasuk saat spot wisata semau gue kemana. Saat di Eropa, mau berangkat sekarang atau nanti atau mager terserah saya, kesempatan ‘me time’ jauh lebih besar karena lebih konsentrasi mengunjungi spot dan mengambil foto tanpa ada obrolan yang meng-distract konsentrasi, kesempatan interaksi dengan orang asing lebih banyak karena jika terlalu asik dengan travel mate kadang orang asing segan untuk menyapa. Kekurangannya? Palingan tidak ada yang reminder untuk mencatat pengeluaran karena saya suka lupa dan akibatnya saya berkali-kali melakukan kesalahan yang sama dan berujung pada pengeluaran yang boros :’D

Tips dari saya kalau mau pergi dengan travel mate; pastikan destinasi yang ingin dituju benar-benar yang kalian inginkan, jika sampai akhirnya tinggal kalian saja yang tidak batal, tidak begitu sakit hati dan bisa pergi sendirian.

Advertisements

4 thoughts on “[Sekedar Bercerita] Traveling Sendirian itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s