[Seputar Ngetrip] Menyaksikan Euro Pride di Kanal Amsterdam

Ini adalah pengalaman traveling anti-mainstream sebagai orang Indonesia! XD

Waktu ke Eropa kemarin, sebenarnya saya tidak sengaja mengecek event summer festival yang ada di Belanda dan ternyata di hari saya datang bertepatan dengan Euro/Gay Pride yang sudah memasuki minggu ke-2 (event-nya selama 2 minggu) dimana tanggal 6 Agustus (Sabtu) merupakan acara puncak yaitu Canal Pride (konvoi perahu-perahu yang dihias sedemikian rupa dan menyusuri kanal di Amsterdam).

Euro Pride sendiri adalah event summer tahunan yang diadakan oleh host negara terpilih diantara negara-negara Eropa yang sudah melegalkan pernikahan sesama jenis, nah negara Belanda mendapat giliran sebagai host tahun ini, kebetulan banget kan XD

Saya bahkan sampai cek spot segala dimana posisi yang paling kece untuk mengabadikan momen dengan kamera saya, akhirnya saya putuskan standby di Magere Brug salah satu jembatan diatas kanal yang mempertemukan 4 rute sungai. Mencari tahu yang terbaik untuk event ini sangat menarik bagi saya, seru! Bahkan ketika di hari-H, googlemaps muncul warna-warna pelangi yang meramaikan live map-nya saat saya mencari jalan ke kanal XD

Rute perahu-perahu tersebut berjalan, saya di posisi jam 16.00

Berdasarkan tips yang saya baca, jam 9 harus sudah standby di most wanted spot karena bakalan banyak orang-orang yang rebutan menempati spot tersebut. Niat awal saya berangkat jam 8, namun karena hujan jadi jam 10 saya baru keluar rumah. Di Stasiun Utrecht, sudah mulai banyak orang-orang pakai kostum bermacam-macam, dominannya sih warna pelangi, kemudian kereta yang saya naiki tiba di stasiun dekat kanal (bukan Amsterdam Central) yang malah sudah langsung ke spot yang saya inginkan (thank you googlemaps!).

Jam 11 saya tiba di Magere Brug, ternyata masih sepi! Baiklaah~ saya langsung ke spot tersebut dan standby sambil foto-foto keadaan sekitar (masih belum ramai juga, lol).

Stasiun Amsterdam Central bahkan sudah dipasang bendera seperti Independence Day 🙂

Karena hari itu adalah hari ‘merdeka’ nya kaum LGBT, jalan-jalan sambil gandengan tangan di public sudah biasa! XD

Dua jam kemudian mulai orang-orang berkerumun di dekat saya, wow, sudah mulai ramai nih. Semakin siang semakin panas dan benar-benar terik! Untung saya pakai topi dan sunblock (benar-benar prepare). Walaupun mulainya jam 14.00, tapi karena saya berada di spot agak di akhir sehingga baru bisa lihat paradenya jam 15:00 😦

Suasana saat itu meriah banget! Extra crowded, kebanyakan penonton sangat menikmati acara ini dan tidak sedikit membawa anak-anaknya yang masih kecil untuk turut menyaksikan 🙂 Tidak hanya kaum LGBT yang turut meramaikan dan berpartisipasi, banyak sekali orang-orang biasa juga terlibat untuk event ini.

Ramenya yang nonton~!!

Tibalah saat yang dinanti! Setelah perahu pertama muncul, saya langsung fokus sama kamera saya dan kegiatan foto-memfoto berlangsung selama dua jam (sampai ganti batere kamera, hahaha). Banyak konvoi perahu-perahu yang dihias dan diatasnya orang-orang dengan kostum menarik dan seksi (terutama para cowok, ehem) joget-joget sensual, haduh! XD

Pegawai toko pun ikut berpartisipasi! (kaosnya itu loh) 😛

Konvoi para perahu

Orang-orang di perahu ini jadi pusat perhatian saya! (seksi sekali) XD

Perahu-perahu seperti ini banyak sekali sampai-sampai saya tidak kuat lagi berdiri, lagipula teman-teman saya sudah menunggu di stasiun Amsterdam untuk jalan bareng. Saya rasa cukup lah pengalaman menyaksikan Gay Pride di Belanda pula 😉

Euphorianya tidak hanya di kawasan kanal, downtown-nya pun juga! Saya sedang menunggu teman-teman saya di halte kemudian di hadapan saya ada tiga pria yang kissing bareng! (saat itu saya berdoa pengen di-teleport langsung ke Indonesia saja!), kemudian di public area banyak saja yang mesra-mesraan XD gandengan tangan dll, saya pikir orang-orang ini bahagia banget yaa bebas melakukan apa saja karena sudah disamakan dengan orang-orang biasa serta dilindungi negara. Saya dan teman-teman sepanjang jalan sampai sebodo amat saking sudah kenyang melihat sesuatu yang tidak common di negara kami 😀

Sesampainya ke rumah Martijn, saya cerita ke Aaron (temannya Martijn – host saya di Utrecht) termasuk cerita tentang tiga pria kissing tadi tapi dia hanya bilang “Ahhh, itu sudah biasa!”, waduh 😀 Terus dia menambahkan “Cinta mah cinta aja, saya juga punya beberapa teman gay tapi kalau saya tidak suka cowok ya saya gak perlu menjadi gay, sesimpel itu”. Sepertinya Aaron seperti saya di generasi 80-an dan di-usianya sudah memiliki mindset yang mentoleransi 100% keberadaan LGBT terutama di Belanda.

Bagi saya, dengan menyaksikan event ini cukup dijadikan pengalaman menarik saja karena di belahan dunia lain ternyata ada sesuatu yang tidak ada di negara saya sendiri, dan dari sini saya belajar toleransi dan mengenal sebuah wawasan baru.