[Seputar Ngetrip] Newbie Trip: Melancong Jepang!

Kali ini saya berkesempatan menulis blog tentang trip saya ke Jepang kemarin! Disini saya tidak akan menceritakan tentang perjalanan saya dari titik a ke titik b ke titik c.. Karena pasti akan familiar dengan blog2 lain yang juga bercerita sama. Saya akan cerita apa saja yang menarik saya temukan disana???? (fyi, saya bukan tipe pencerita yang baik jadi suka tidak sabar, pengennya cepat2 kelar ceritanya, hehehe).

DAY 1:

HANEDA AIRPORT (00:00~05:00)

Yap! Mau tidak mau kita menginap di bandara karena sudah kemalaman, jadi yang kita lakukan adalah…. tidur selonjoran di bangku bandara! Bangun tidur, saya ke toilet dalam keadaan HP saya dicharge di lantai agak jauh dari bangku, guess what? ketika saya kembali, HP-nya masih dalam keadaan utuh, sehat walafiat!! hahahaha, betapa amannya negri ini ^_^

SHINJUKU, TOKYO ~ KYOTO (05:00 ~ 17:30)

Begitu keluar bandara kita langsung ke Shinjuku tempat meeting point bus menuju Kyoto, suhu pada saat itu 6 derajat! Bayangkan dinginnya, bibir saya sampai gemetar gara2 cuaca ekstrim menurut kadarnya orang indonesia yang jelas2 terbiasa tinggal di cuaca tropis nan hangat.

Meeting point: Shinjuku Sumitomo Building (kedinginan teutep gayaa) 😀

Oia, dalam perjalanan ke Kyoto kita melihat Fuji Mountain yang terlihat jelas dari ujung atas sampai ujung bawah! Kata Ewa, teman sekamar kita di Kyoto.. kalau kita melihat Fuji Mt dalam keadaan utuh berarti keberuntungan menyertai! Hmm, awalnya saya tidak percaya yang namanya mitos.. Tapi benar lho! Kita memang sedang beruntung! Seperti apa?? Let’s see what’s next…

Gunung Fuji

KYOTO

~ MIRACLE FROM FUJI MOUNTAIN ~

DAY 2:

Setelah menjelajah Sanjusangendo dan Kiyomizudera.. Di halte bus kita berdebat tentang rute sambil pegang peta, tiba-tiba ada orang Jepang (yang setelah kenalan bernama Reiko san) datang dan berkata “datang darimana?” Sontak kita senang bukan kepalang karena bertemu orang Jepang yang bisa bahasa Indonesia! Dan ternyata… dia pernah tinggal di Bali selama 10 tahun dan kembali ke Jepang 2 tahun lalu. Reiko san dengan senang hati mengantar ke tujuan kita selanjutnya: Gion!

Sanjusangendo: kuil yang di dalamnya ada 1001 patung Buddha termasuk satu patung yang super besar. Sayang, tidak boleh ada aktivitas foto karena tempatnya dianggap sakral tapi saya lihat ritual ibadahnya biksu di dalam 😀

     

 Kiyomizudera: kesananya harus nanjak 45 derajat, tapi worth it banget! kuilnya indah diatas bukit dan bisa lihat pemandangan kota Kyoto! Dan, di emperan nanjaknya banyak jajanan 😀 sayang mahal2 😦

   

By the way, tentang kebaikan Reiko san tidak sampai mengantar saja. Begini rutenya:

Yasaka Shrine: Pertama-tama dia mentraktir kita Taiyaki,  lho? kita pikir cuma diantar saja (-____-“)

Ini lhoo, Taiyakinya! Kue ikan yang isinya kacang merah atau custard. Dimakan hangat2 di cuaca dingin ^_^

Taman dibelakang shrine dan jajanan yang nyamy!

   

Yasaka Shrine 

Gion District: tempat bersejarah dimana Geisha jalan2. Asik! foto2 dengan Geisha (beneran/tidak) pas mereka lagi sesi foto

   

Setelah itu, Sundus mau beli sweet macha powder, Reiko san mengajak kita naik taksi.. sesampainya di tujuan, dia bayarin taksi. Makan lah kita di resto (elit) dan di ruangan khusus minum teh (pula!).. Kita menikmati minuman ocha asli dan macha cake (yang rasanya selangit dengan krim putih lembut disamping cakenya), nyamy! Semuanya ditanggung Reiko san lho O_O

Saya bilangnya “resto ocha”. Selain restoran, mereka juga jual produk ocha buatan sendiri

   

   

Itadakimasu!

Teramachi Street: Enjoy Takoyaki (tentunya bayar sendiri2). Reiko san bahkan mengantar kita sampai depan hostel! kita jadi tidak enak karena dia sepertinya batal janji tadi siang gara2 menemani kita yang tampangnya pasti terlihat memelas! Tapi dia justru minta maaf sudah bikin kaki kita sakit karena kebanyakan jalan.. hehehe.

Nemu toko yang semua barangnya seharga 300 yen (kiri)

 

DAY 3:

Sebelumnya kita sudah bilang ke Reiko san kalau tidak sibuk dia bisa menyusul ke Kyoto Imperial Palace.

 Kyoto Imperial Palace: Kediaman utama kaisar sebelum pindah ke Tokyo. Luas banget! Enak juga kalau dijadikan trek jogging 😀

Ternyata Reiko san beneran nyusul kita kesana! Kalau bukan karena Rina yang kebelet mau ke toilet, tidak akan ketemu Reiko san deh (bayangkan betapa luasnya itu istana kaisar). Kali ini kita tidak jalan kaki, tapi diantar Reiko san pakai mobil (^^)b Dia bilang “saya tidak enak bikin kalian banyak jalan kemarin, jadi sekarang saya bisa antar kalian pakai mobil, mobil saya ada di parkiran” Hmmm.. sampai speechless kita 😀 malaikat dari mana ini ya.. hahahahaha.

Hore! Naik mobil^^ (sayang gelap potonya, hehehe)

Kinkakuji : Tiket masuknya dibayarin XD

   

Kinkakuji: tempat peristirahatan shogun (kalau tidak salah, lupa!) lapisannya emas asli bo! berapa triliun ya nilainya 😀

Mari kita Lunch! Mencoba Nasi Kare: per porsinya hampir 1000 yen dan ditraktir Reiko san (-___-) nasi kare nya amat sangat enak!

   

Nasi kare yang saya pesan (kanan) ini enaknya tiada tara, apalagi perkedelnya

Sebelah kiri: Reiko san!

Kurama Onsen: fee masuk bayar sendiri-sendiri dong! cape deh dibayarin Reiko san terus, hehehe… Saking tidak enaknya, kita niat mau traktir pocari sweat buat Reiko san tapi pas kita nanya dia malah kabur o_O

Kurama Onsen:

Kita nemu tempat ini dari internet, Reiko san saja tidak tahu 😀 Jaraknya tidak begitu jauh dari pusat kota tapi suasananya sangat pegunungan! Onsen ini banyak orang2 tuanya. Pas kita mau ke onsen outdoor hanya pakai yukata, digodain sama aki2.. dasar (-.-“)

Nijo Castle: lagi-lagi tiket masuk dibayarin dan dibeliin Dango sambil mendengarkan alat musik koto dalam keadaan hujan pula. Sooo Jepang!

Resto Sushi Puter: service yang menarik karena sangat atraktif.. ehh ditraktir lagi sama Reiko san (_ _”) 

   

Ramenya!! Baru sadar pada saat itu Jumat malam alias weekend. By the way, resto ini banyak anak2 kecil

Ayo dipilih!

Setelah itu dia mengantar kita ke hostel dengan mobil, saat itu juga kita terpaksa berpisah dari Reiko san 😥 Sedihnya… Kita sudah janji kalau dia datang ke Jakarta, kita akan jemput langsung ke bandara dan mentraktir semua makanan Indonesia termasuk pisang goreng kesukaan Reiko san! ^_^

We’re very bery lucky!! Thanks to Fuji Mountain! 😀

Oke, time to us for leaving this city

(depan Kyoto Tower) Bye, Kyoto!

DAY 4:

KYOTO ~ TOKYO (10:00 ~ 23:30)

Sesampainya di hostel Tokyo pukul 20:30, Sundus dan Rina (dalam keadaan cape. hehehe) dengan senang hati menuruti keegoisan saya yang ingin mengunjungi night life districtnya Tokyo di Shinjuku! Tapi sebelum keluar, makan indomie dua bungkus dulu~!

Hap! Saking laparnya karena perjalanan 8 jam dari Kyoto ke Tokyo 😛

Ternyata saya terpesona dengan suasana malamnya Shinjuku, abg-abg stylish berlalu lalang atau membentuk kelompok sambil mengobrol di sepanjang trotoar, lampu kerlap kerlip di emperan toko2.. Wow.. just Wow!

   

Tapi ini masih kalah tipis dengan tujuan berikut yang saya ingin bertandang…

TOKYO RED LIGHT DISTRICT – KABUKICHO

Bisa dibilang spot ini yang jadi lintasan pertama di benak saya ketika berencana ke Jepang. Selama ini Kabukicho hanya bisa saya lihat di manga-manga yaoi (hehehe, ketahuan deh). Yahh, berpose di bawah palang bertuliskan “Kabukicho” saja sudah membuat saya loncat kegirangan, akhirnya.. saya menapaki aslinya! (cuma bedanya saya tidak masuk club, takut bo!). Tadinya saya mau sightseeing ke dalam gang, tapi gara2 disamperin cowok2 negro (hii, serem!) dan yang membuat bulu kuduk kita berdiri adalah ketika cowok Jepang mendatangi kita dan menyapa “Selamat Malam” >> bahasa Indonesia lhoo! Sontak kita balik badan dan ngacirrrrr..

Dengan pedenya kita masuk ke gang padahal “sesuatu” menanti

Truth and Fact about Kabukicho: sesampainya di Indonesia, saya cerita ke orang Jepang di kantor saya tentang ini. Saya diomeli, katanya dia “Kalian ini kan cewek2.. bahaya tau kesana, kalian mau nanti diselipin narkotika atau lebih parah diculik terus dimasukin ke dalam mobil” Saya langsung teringat Yakuza (baru sadar), hahahaha.. >_<! Pantesan waktu saya tanya kemana arah Kabukicho ke pengurus hostel (lupa saya namanya), dia kaget banget dan excited sangat sangat ketika saya mau kesana (padahal saya sudah bilang cuma sightseeing tapi sepertinya dia tidak mau tahu dan berpikir saya mau ke club) (-.-“)

Walaupun tidak kesampaian ke HostClub.. Huhuhu… Tapi hasrat saya yang penting terpenuhi lah.. I love Kabukicho!

   

Well, mission accomplished! *bangga

DAY 5:

TOKYO ALL DAY!

Nikmatnya sarapan bubur instant dan indomie yang dibawa dari Indonesia sambil ngopi dan nonton Kamen Rider Meteo! Sebelum kita berangkat keliling Tokyo.

Di hostel : Duh, enaknya!

Sambil berpikir “uang tinggal segini kuat ga ya survive di Tokyo seharian???” T_T

Senang sekaliii bertemu Mba Iris – teman kantor (sekarang kerja di HO di Tokyo). Kita diajak jalan2 dengan membawa serta suami dan anak2nya 😀 Kita menjelajah Odaiba – Roppongi – Harajuku – Shibuya – Shinjuku! Thanks to Mba Iris, mudah2an bisa bertemu lagi dan pastinya saya yang tetep nyamperin ke Tokyo.. Hahahahaha.

Odaiba : saya tahu Odaiba dari anime Meitantei Conan, saya pikir karena namanya Aqua City ada akuarium (seperti Sea World). Ternyata hanya mall saja… dan hotel Nikko (yang kelihatannya elit). Oia, viewnya bagus banget!!

Roppongi: daerah tempat toko2 branded yang saya saja tak sanggup masuk ke toko.. Jadi kita putuskan ke Tv Asahi!

   

Ada2 saja kelakuan para turis ini 😛

Harajuku – Shibuya – Shinjuku : karena ketiga tempat ini jalanannya hampir mirip, jadi saya satukan saja yah! 😀 ini adalah spot hangoutnya para abg Jepang yang stylish semua! Pokoknya soo crowded

   

Kiri: Takeshita Street / Kanan: Harajuku Street

Shibuya: Senang ya ndus impian foto sama patung Hachiko yang melegenda jadi terkabul 😉

Harajuku: jalan penyebrangan paling padat sedunia!

(Foto iseng) itu boyband apa ya? asal lihat yang ganteng aja deh.. hahahahaha!!

Last but not least, we should leaving Japan behind!

(Tokyo Tower view from Roppongi Hills) Bye Tokyo!

Such a great trip I ever had… I’m proud that I could grab my dream to Japan!

Sebelum menutup tulisan saya ini. Saya cerita sedikit tentang: Japan Fun Facts!

1. Suasana kota Kyoto lebih Homie daripada Tokyo.. pedesaan vs metropolitan.. hehehe

2. Orang Kyoto lebih friendly dan santai daripada orang Tokyo yang kaku, serba buru2, dan individual. Tapi helpfulnya sama kok.

3. Di Tokyo: cowok Shinjuku/Harajuku/Shibuya: stylish ala jalanan! vs cowok Roppongi: stylish ala kelas atas, lebih ke gaya metroseksual dengan balutan pakaian dan aksesori bermerek 😉

4. Akhirnya lihat “cowok2” berkumpul di Shinjuku-2 Chome  >> penting ga sih 😛

5. Di Tokyo, kita lihat cowok2 pakai jas dan dasi bersihin mobil keren o_O

Nih buktinya!

6. Kita beri penghargaan pada 3 pria Jepang paling baik: 1. Bapak tukang sapu (sebegitu niatnya mengantar kita sampai ke tempat tujuan, sapunya ditinggal begitu saja), 2. Cowok kantoran yang ganteng (sebegitu niatnya meninggalkan tas di kita dan berlari jauh demi mendapatkan info untuk kita), so sweet!, 3. Bapak serba buru-buru (mungkin saking terburu-burunya dia memberitahukan kita rute sambil berlari-lari (-.-“).

7. Vending Machine nya cem-macem: kopi, softdrink, bahkan ada yang eskrim!

1876511727363519140613

Advertisements