[Seputar Ngetrip] Fly to Middle-Earth, or It Should Say.. New Zealand!

Di Fiordland National Park bersama┬áteman-teman di NZ, Molly dan Naomi! ­čśÇ

Akhirnya saya nulis juga tentang trip ke negri domba, New Zealand (NZ)! Padahal saya kembali ke tanah air 4 bulan yang lalu tapi baru kesampaian nge-blog hari ini! Entah faktor capek karena mem-follow up kerjaan yang kepending seminggu (ngeles aja deh). Bisa dibilang ke NZ ini adalah perjalanan trip paling jauh setelah Jepang, ortu sempat ragu ini saya berdua sama Sundus (travel mate) sudah seperti anak hilang nyasar-nyasar ke negeri seberang. Hahahaha! Ya gimana tidak khawatir, kalau ke Jepang masih mending karena masih kawasan Asia, lha NZ ini kan lebih jauh dari Australia (Oz), lebih tepatnya di kawasan Oceania paling bawah. Tapi berkat trip ini saya jadi semakin berani untuk pergi semakin jauh (doakan ya!).

Ok! Mungkin agar lebih mudah saya mencoba bercerita berdasarkan kategori (bukan berurutan dari saya berangkat sampai pulang)

KEPENGURUSAN VISA

Menurut saya urus visa NZ gampang, yang penting dipenuhi semua syaratnya. Saya juga urus visa transit Oz untuk jaga-jaga jika pesawat delay atau saya terpaksa harus menetap di Oz dalam jangka waktu yang lama.

SELAMA PERJALANAN

Perjalanan saya ke NZ khususnya kota Queenstown butuh waktu yang tidak sebentar, saya berangkat dari Indonesia hari Sabtu dan sampai ke Queenstown hari Senin! Ya ini karena faktor kebanyakan transit sih, efek saya beli tiket penerbangan putus (Jakarta – Singapore – Jakarta, Singapore – Melbourne – Auckland – Melbourne – Singapore, Auckland – Queenstown – Auckland). Pada saat transit di Singapore, butuh seharian disana┬ásampai keberangkatan saya ke Auckland, untungnya saya punya teman kantor – Mba Niki┬áyang pindah ke Singapore mengikuti suaminya jadi kita bisa ketemuan, ngobrol-ngobrol, dan makan eskrim Singapore di┬ásepanjang jalan Orchard.

Ketika┬átransit di Melbourne┬á(pada saat pergi dan pulang) juga tidak begitu membosankan, saya dan Sundus sok-sok’an ngopi di coffee shop disitu, hehehe.┬áKemudian sesampainya di Auckland, saya terpaksa menginap di bandara sampai besok berangkat lagi ke Queenstown dengan pesawat paling pagi (kita tidur di lantai atas di viewing room sambil melihat pesawat-pesawat parkir di bandara. Kalau malam jadi tempat menginap “tidak resmi” para backpacker, seru!).

Para pesawat parkir. Argh, sebenarnya ada pesawat Hobbit disana tapi di foto ga keliatan ­čśą

KOTA QUEENSTOWN, NZ

Ketika pesawat landing di Bandara Queenstown, yang ada di benak saya adalah.. Breathtaking! Saya sampai sesak napas melihat betapa amazing-nya pemandangan disitu, pegunungan-pegunungan menjulang di sekitar bandara dan juga padang rumput yang membentang dengan banyak domba-domba, extremelly beautiful!

Kira-kira begini lah penampakan di Bandara Queenstown

Begitu┬áturun di kota, kesan pertama saya dan Sundus adalah “kok bau kambing!?!?” Saya tidak bohong dan kita berpikiran sama, aduh! Bagaimana kita bisa survive seminggu disini dengan bau kambing dimana-mana (tapi lama-lama┬átidak tercium kok, mungkin┬ásudah terbiasa kali ya).┬áMenurut saya, Queenstown adalah kota┬áyang cantik┬ásekali! Memang bukan kota sebesar Auckland tapi saya lebih suka di Queenstown daripada Auckland, kota ini sangat kecil yang┬ádikelilingi danau┬ádan pegunungan, udaranya bersih dan cuacanya dingin, dipinggir danau ada rumput tempat orang bermalas-malasan, romantis!

PENGINAPAN DAN JAJAN

Saya menginap di Adventure Queenstown hostel, adalah sebuah hostel yang terletak pas di tengah kota di Camp St. Worth it sama harganya (saya menginap di kamar tipe dorm khusus 5 orang cewek dengan kamar mandi di dalam plus fasilitas shower air hangat, westafel, hair dryer, catokan, sabun, sampo, dan kebutuhan cewek lainnya). Lagipula, jadwal kita di Queenstown sangat padat dan butuh tempat praktis yang dekat kemana-mana.

Pemandangan dari dalam kamar hostel

Dapur┬áhostel.┬áKalau sudah nikah boleh bikin dapur begini ga ya di rumah ­čśÇ

Soal makanan, saya┬ábosan makan makanan disana karena orang-orang ini senang sekali makan fast food, saya sering makan burger daging ayam, kentang, dan coke di McD atau KFC. Saya juga makan Fish&Chips di depan hostel, enak tapi! Saran saya coba deh makan eskrim hokey-pokey!┬áEskrim ini ada┬áhoneycomb yang dihancurkan, enaknya tiada tara! Eskrim andalannya orang NZ. Saya┬ámenemukan hokey-pokey ini┬áJakarta tepatnya di PIM “Natural New Zealand” Tapi┬ásetelah makan, saya malah batuk-batuk selama dua hari, menyebalkan! Kemudian saya juga menyarankan hot chocolate dan warm cookie di toko Cookie Time! bikin nagih.

Hokey-Pokey: EsKrim terenak! #menurutsaya

Toko┬áspesialis┬áwarm cookies dan hot chocolate. Signaturenya NZ nih ­čśë

DISANA NGAPAIN AJA SIH

Melakukan┬áaktifitas dan menikmati alam adalah agenda utama saya dan Sundus. Pertama kita ikut tur Milford Sound dengan┬áBBQ Bus┬áyang memakan waktu diperjalanan selama seharian penuh. Harganya mahal sih menurut kantongnya orang pas-pas’an seperti kita tapi kualitas turnya sangat bagus!┬áPesertanya hanya sedikit jadi bisa┬álebih cepat akrab satu sama lain, dan plusnya ikut tur ini adalah┬ámakan siang dengan barbeque┬ádi tengah hutan.┬áPerjalanan darat tur ini adalah ke Fiordland National Park, Cascade Creek, Gertrude Valley, dan terakhir Milford Sound!┬áSebenarnya saya tidak┬ánonton Lord of The Rings (LOTR),┬ásetelah┬ánonton LOTR di hostel barulah saya sadar view-nya sama persis dengan yang saya┬álihat di Taman Nasional!!┬áPemandangan alam yang amat sangat spektakuler.

Mirror Lake. Ada pantulan pegunungan di danau

Saatnya Barbeque!

Seru ­čśÇ

Tempat makan siang kita. Kata Sundus, hutannya kaya di film Twilight #jiah

Bapak yang berdiri ini senang diajak ngobrol! Tapi gara-gara keasikan ngobrol sama dia, pas saya foto malah dijutekin sama pacarnya ­čśŤ

Final dari perjalanan kita hari itu, Milford Sound!

Setelah seharian mengunjungi Taman Nasional, besoknya saya melakukan kegiatan yang cukup (atau sangat??), ekstrim, Bungy Jumping #glek. Lokasiknya ada di Queenstown Skyline yang terletak diatas kota Queenstown, saya kesana menggunakan gondola.┬áSesampainya diatas, kita terbengong-bengong dengan view kota Queenstown dari atas, breathtaking. Ya ampun ini kota kok indah banget yah! Tidak rugi┬ádatang jauh-jauh dari Indonesia kalau harus melihat view yang spektakuler begini ­čśą

Nih buktinya

Oke, lupakan┬áterpananya, saatnya saya┬ámenguji adrenalin saya dengan mencoba Ledge Bungy! Sebenarnya ya yang kasih instruksi ke saya itu orangnya ganteng, tapi karena saya terlalu fokus sama kepanikan saya sendiri jadi┬átidak konsen jaim ke dia, hahahaha!! Saya ini berani kalau soal naik wahana-wahana ekstrim di Dufan, tapi soal loncat ke jurang ini saya malah kapok tidak mau coba lagi (saya langsung loncat tanpa leha-lehe karena keburu gengsi takut disangka cupu sama si ganteng :P) Ketika saya naik lagi setelah loncat, si ganteng nanya “it was fun, right! wanna try again?” dan kontan saya menjawab “NEVER!!!!”┬áTapi itu pengalaman yang hebat, setidaknya saya sudah merasakan loncat dari ketinggian lebih dari 40 meter o_O

Sebelah kanan adalah spot saya loncat. Hayo, berani coba?? ­čśÇ

Saya┬átampilkan video-nya Ledge Bungy’nya Sundus aja yah ­čśŤ

Babak selanjutnya saya naik Luge drive yang jauh lebih aman dari Ledge Bungy, ini sih saya sudah ahli karena sebelumnya sudah coba di Singapore, yang membuatnya beda adalah view-nya itu lho!

Hati-hati jangan sampai terlalu terpana sama pemandangannya, bisa nabrak ­čśŤ

Prinsip saya dan travel mate jika travelling harus ada olah-raganya mengingat kita tukang makan, jangan sampai ketika tiba di Indonesia malah menggendut ­čśÇ jadi yang saya lakukan keesokan harinya adalah sepedaan! Saya sewa sepeda di kota Arrowtown, kota ini adalah bekas kota tambang yang beroperasi di tahun 1800-an┬ájadi berasa seperti┬áwild wild west,┬áyeehaw! ­čśÇ

Peringatan untuk yang tidak terbiasa bersepeda, turutilah┬áinstruksi si pemilik sewa dengan mengikuti rute terpendek, saya pernah┬ások tau dengan mengatakan bahwa saya mau ke Lake Wakatipu karena Sundus mau narsis dengan bunga-bunga ungu disana, tapi si bapak bersikeras jangan kesana karena jauh jadi disarankan ke┬áperkebunan wine saja namanya “Gibbston Valey Winery” Baiklah!┬áSambil merenggut karena ini rute pendek banget jadi saya memulai perjalanan saya. Selama perjalanan saya kembali terpana dengan view yang indah, seperti bersepeda melewati aliran sungai (airnya bisa diminum lho! Seger!), lembah-lembah,┬ápeternakan sapi, peternakan kuda, kemudian melewati Sungai Kawarau┬áyang terkenal dengan Bungy Jumpingnya.

Dan finally Gibbston Valey Winery! (saya kapok setelah menganggap ini rute pendek karena butuh seharian pulang-perginya) ­čśą Disana┬ásaya makan keju dan eskrim hokey-pokey sambil menikmati view yang tidak perlu saya bilang lagi deh ya ­čśŤ Karena┬áproduk-produknya mahal banget jadi saya cuma beli┬ákue keju kering (yang tidak jauh rasanya seperti kastengel), dan coklat isi wine (ini enak!). Dan guess what!? Gara-gara sepeda saya jadi turun 2 kilo!

Momen santai selain melakukan kegiatan yang cukup menguras tenaga adalah; ngider di Queenstown Mall, jalan-jalan ke cemetery alias komplek pekuburan dimana model kuburannya seperti bergaya gothic, ternyata kuburan ini mulai ada ketika Inggris melakukan invasi ke NZ di tahun 1800-an.

Kemudian saya jalan-jalan ke garden dan sekitar danau, duh! Kalau sore-sore jadi romantis banget! Apalagi saat itu saya sambil menikmati warm cookie dan hot chocolate, surga! Oia, disana kita bertemu dengan teman yang baik (jadi inget Reiko san waktu trip kita ke Jepang), seorang ibu-ibu Australia namanya Naomi yang satu tur waktu ke Taman Nasional. Besoknya dia bahkan mentraktir kita makan siang Pizza di resto mahal! (padahal saya dan Sundus sudah was-was mesti bayar ini seporsinya saja kalau dikonversi ke rupiah Rp 200,000-an!), hehehe. Bersyukur selama trip kita bertemu orang-orang yang baik banget.

Suasana di sore hari

Akhirnya tiba-lah hari dimana perjalanan kita di Queenstown berakhir, hiks! Tapi suatu saat saya pasti kembali karena Queenstown benar-benar kota indah dan membuat kangen. Not now, but someday! Amiin.

PERJALANAN PULANG KE TANAH AIR

Dari Queenstown kita mampir untuk transit ke Auckland, beruntunglah waktu tur Taman Nasional kita bertemu dengan teman yang seumur namanya Molly, orang Cina yang sedang bekerja di Auckland. Dia dengan senang hati menemani kita seharian jalan-jalan di kota Auckland. Pastinya Auckland sangat berbeda dari┬áQueenstown dengan gedung-gedung bertingkat dan moderen┬á­čśÇ

FINALLY

From the first time I dreamed about travelling 3 years ago, I can’t imagine that I already┬áhad a long journey this time ­čÖé Thanks God!

Saya menemukan sesuatu yang menarik selama di NZ!

Indomie Goreng!

Advertisements